PERILAKU UNIVERSAL PRECAUTIONS DALAM PERAWATAN INFUS DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS PASIEN RAWAT INAP
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i1.32Abstrak
ABSTRAK
ÂÂÂÂ
Perilaku universal precautions sangat penting terutama dalam perawatan infus, karena perilaku universal precautions berpengaruh terhadap insiden phlebitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat, sikap dan tindakan universal precautions dalam perawatan infus dengan kejadian phlebitis.
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Semen Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi yang menggunakan desain cross sectional. Besar sampel adalah 30 responden perawat dan 30 responden pasien. Sampel dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Kemudian data dianalisis dengan dihitung secara statistik dengan Spearman rho, dengan tingkat signifikansi à<0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang universal precautions dengan insiden phlebitis (à= 0,003), ada hubungan yang signifikan antara sikap universal precautions dengan insiden phlebitis (à= 0,114). Ada hubungan yang signifikan antara tindakan universal precautions dengan insiden phlebitis (à= 0,000).
Lembaga rumah sakit instalasi khususnya rawat inap seharusnya menggunakan universal precautions mencuci tangan yang benar dan menggunakan sarung tangan saat perawatan infus setiap hari.
ÂÂÂÂ
Kata kunci: Perilaku universal precautions, Phlebitis, Perawatan infus.
ÂÂÂÂ
ÂÂÂÂ
ABSTRACT
ÂÂÂÂ
Universal precautions behavior is very important especially in caring infuse (giving infuse and caring infuse every day), because universal precautions behavior have effect toward flebitis insidens. This research was aim to identify the correlation between universal precautions behavior in caring infuse with flebitis incident, to govern nurse’s knowledge, attitude and practice on universal precautions.
This Study was make in of Sement Gresik hospital.This study was a descriptive correlation study which using cross sectional design. The sample size was 30 respondents nurses and 30 respondent patients. Sample was selected by purposive sampling. The data was collected using questionnaire and observasi. And then the data was analyzed with computed statistically by Spearman’s rho, with the level signification of à< 0.05.
The result of this study shows that a significant correlation between knowledge on universal precautions with flebitis incident (ÃÂÂÂÂÂ= 0.003), No significant correlation was found between attitude on universal precautions with flebitis incident (ÃÂÂÂÂÂ=0.114). Between practice on universal precautions have significant correlation (ÃÂÂÂÂÂ= 0.000).
Based on the result, the hospital institution especially inpatient instalation is supposed to use universal precautions that is hand washing and making gloves in caring infuse include giving infuse and caring infuse every day
ÂÂÂÂ
Keywords : Universal Precautions Behaviour, Phlebitis, Caring Infuse. ÂÂÂÂ
Referensi
Azwar, Saifuddin. (2003). Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Edisi 2. Jakarta : Pustaka Pelajar, hal : 24-27.
British Medical Association. (1997). A Code Of Practice For Sterilisaion Of Instruments And Control Of Cross Infection. London : BMATS, hal : 7-9.
Depkes RI.(2001). Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit. Jakarta : DJPMS, hal : 53-62.
Idris, Irwan. (2003). Jenis-Jenis dan Kriteria Infeksi Nosokomial. http://www. rspantaiindahkapuk.com. Akses tanggal 20 Mei jam 19.30 WIB.
Notoatmodjo.Soekidjo. (1993). Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta, hal : 120-128.
Otsuka. (2003). Dasar Terapi Cairan dan Nutrisi. Jakarta : Otsuka Indonesia, hal : 1-7.
Panitia Dalin RS.Semen Gresik. (2004). Infeksi Nosokomial. Gresik : tidak dipublikasikan.
Permana, Leonardo Wibawa & Wiku Adisasmito. (2004). Analisis Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Panitia Pengendalian Infeksi Nosokomial Pelayanan Kesehatan St.Carolus Jakarta. http: // www.jmpk.com. Akses tanggal 20 Mei jam 17.30 WIB.
Roeshadi, Djoko. (2003). Pemantapan Pengendalian Infeksi Dalam Menuju Pelayanan Kesehatan yang Optimal di Era Globalisasi untuk Mencapai Indonesia Sehat 2010. Surabaya : Perdalin, hal : 11, 28-33,170.
Scahffer, dkk. (2000). Pencegahan Infeksi dan Praktik Yang Aman. Alih bahasa Setiawan. Jakarta : EGC, hal : 17-23.
Supartono, Basuki, dr. (1996). Petunjuk Praktis Sterilisasi Instrumen dan Pengendalian Infeksi Silang. Jakarta : EGC, hal : 42.
Tjietjen dkk. (2004). Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial Pada Sarana Terbatas. Jakarta : Balai Pustaka Satro Wijayanto, hal : 24.
Tanujaya, Iwan. (2003). Jenis-Jenis dan Kriteria Infeksi Nosokomial. http://www.infeksi.com. Akses tanggal 20 Mei jam 16.30 WIB.

