PERAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI ANAK RETARDASI MENTAL (RM) SEDANG

Penulis

  • Moh Saifudin Prodi Ners STIKES Muhammadiyah Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i1.28

Abstrak

ABSTRAK

 

Retardasi mental merupakan fungsi intelektual umum yang di bawah rata-rata secara signifikan dan kondisi ini memberikan efek ke masalah perilaku yang terjadi, keterampilan anak untuk mandiri. Upaya peningkatan kemandirian anak dengan keterbelakangan mental, memerlukan program pendidikan formal, peran dan keluarga yang mendukung.

Desain penelitian adalah Analitic Cross Sectional. Metode pengambilan sampel adalah Simple Random sampling. Sampel adalah 22 responden, mereka adalah keluarga dan siswa retardasi mental sedang yang bersekolah di SDLB Lamongan tahun ajaran 2009-2010. Data diambil dengan menggunakan lembar kuesioner kepada keluarga dan lembar observasi untuk siswa. Data dianalisis dengan uji korelasi rank spearman dengan signifikansi pada tingkat 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan peran keluarga dalam kategori baik adalah 9 keluarga (40,9%), kategori cukup adalah 13 keluarga (59,1%) dan tidak ada keluarga yang melakukan peran kurang. Kemampuan untuk merawat sendiri anak yang memiliki gangguan perkembangan dengan retardasi mental sedang dalam kategori baik adalah 7 anak (31,8%), kategori cukup adalah 15 anak (68,2%) dan tidak ada anak dengan kemampuan diri kurang. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara peran keluarga dan kemampuan untuk merawat sendiri anak yang mengalami gangguan perkembangan dengan retardasi mental sedang dengan nilai p=0,049. Nilai koefisien korelasi adalah 0,424.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran keluarga harus ditingkatkan untuk kemampuan mengurus sendiri anak yang memiliki gangguan perkembangan dengan retardasi mental sedang sehingga lebih baik.

 

Kata kunci: Peran Keluarga, Kemampuan merawat sendiri, Retardasi Mental Sedang

 

ABSTRACT

 

Mental retardation has general intellectual function which has under average signifanctly and these conditions give effects to behavior trouble happened, skills and children independent. To help increasing chidren independent of mental retardation, it’s needed formal education program, role and supporting family.

The research design is Analitic Cross Sectional. The sampling method is Simple Random sampling. The sample is 22 respndent, they are families and medium mental retardation students who arestudying in SDLB state of Lamongan academic year 2009-2010. Data taken by using quistionaire sheets to the families and observation sheets for students. Data analized by rank spearman correlation test with signification at the 0,05 level.

Research findings indicate the role of families in good category is 9 families (40.9%), the enough category is 13 families (59.1%) and none of the family who did the role of less. The ability to take care of childrens self who has development disorder with medium mental retardation in good category is 7 children (31.8%), the enogh category is 15 children (68.2%) and none of the children with the ability to self care less. While obtained by results od statistical test, there is correlation between role of family and the ability to take care of children self who have development disorder with medium mental retardation. The correlation coefficient value is 0.424 with level significant 0.049 (p <0.05).

The conclusion of this research is the families role should be improved in order to the ability to take care of children self who has development disorder with medium mental retardation is able tobe better.

 

Keywords : Role of Family, The Ability to Care of Children Self, Mental Retardation Development Disorders.

Biografi Penulis

Moh Saifudin, Prodi Ners STIKES Muhammadiyah Lamongan

Staf Pengajar

Referensi

Ahmadi, A. & Munawar, Sholeh. (2005). Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Aline. (2009). Komunikasi, Kunci Rumah Tangga Harmonis. http://www.republika.co.id. Akses tanggal 29 Agustus 2009.

Alwisol. (2007). Psikologi Kepribadian. Malang : UMM Press.

SDLB Negeri Lamongan. (2009). Data Primer SDLB Negeri Lamongan tahun ajaran 2009/2010. Lamongan

Deded, Koswara. (2008). Kebutuhan Program Pendidikan Bina Diri Bagi Anak Tunagrahita. http://www/slbn-cileunyi.sch.id. Akses tanggal 23 Agustus 2009 WIB.

Departemen Kesehatan RI. (2005). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Ditingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Buku Pedoman. Jakarta : DepKes.

Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI. (1997). Garis-Garis Besar Program Pembelajaran Mata Pelajaran program Khusus Kemampuan Merawat Diri Sekolah Dasar Luar Biasa Tuna Grahita Sedang. Jakarta : Direktorak Pendidikan Luar Biasa Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pengelolaan Pendidikan Luar Biasa.

Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI (2001). Garis-Garis Besar Program Pembelajaran Mata Pelajaran program Khusus Kemampuan Merawat Diri Sekolah Luar Biasa Tuna Grahita Sedang. Jakarta : Direktorat Pendidikan Luar Biasa Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pengelolaan Pendidikan Luar Biasa.

Difa, Danis. Kamus Istilah Kedokteran. Jakarta : Girmedia Pres.

Dumadi, Tri Restiyanto. (2009). Perilaku Menyimpang, Gangguan Psikiatrik, dan Kenakalan Anak-anak Dan Remaja Solusi Dan Cara Mengatasinya. http://www.dumadi-wordpress.com. Edisi 10 Pebruari 2009. Akses tanggal 17 Juni 2009 WIB.

Efendi, Mohammad. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Edisi Kedua. Jakarta : EGC.

Eko, Budiarto. (2002). Biostatistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC

Fajar. (2007). Keterampilan Sosial Pada Anak. http://www.fajar.multiply.com. Akses tanggal 22 Oktober 2009 WIB.

Friedman, Marilyn M. (1998). Partisipasi Orangtua Dalam Pendidikan Anak Tunagrahita. Yogyakarta : SLB Negeri.

Hindun, Sri R. (2005). Kemandirian Anak Sulung dan Anak Bungsu. Semarang : FKIP Universitas negeri.

Irwanto. dkk. (2006). Kapita Selekta Ilmu Kesehatan Anak IV (Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak). Surabaya : Fakultas Kedokteran UNAIR Dr. Soetomo.

Ngastiyah. (2005). Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC.

Nursalam. (2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Rini, Darmawan. (2008). 9 Prinsip Jadi Orang Tua yang Baik. http://www.kompas.com. Akses pada tanggal 23 Agustus 2009 WIB.

Soekidjo, Notoatmodjo. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Soekidjo, Notoatmodjo. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Soetjiningsih. (1995). Tumbuh Kembang Anak. Laboratorium Ilmu kesehatan Anak Unair. Surabaya : EGC.

Suharsini, Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Tatiek, Sufahriani. (2008). Subdit PRSPC Mental, Fisik & Mental. artikel.

W. F. Maramis. (2005). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University Pres.

Wahit, Iqbal Mubarak, dkk. (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas, Konsep dan Aplikasi. Jakarta : Salemba Medika.

Wiwin, Hidayati. dkk. (2008). Penerimaan Keluarga Terhadap Individu yang Mengalami Keterbelakangan Mental. Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Unduhan

Diterbitkan

10-06-2013

Cara Mengutip

Saifudin, M. (2013). PERAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI ANAK RETARDASI MENTAL (RM) SEDANG. Journals of Ners Community, 4(1), 36–43. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i1.28

Terbitan

Bagian

Artikel