Analisis Efektivitas Terapi Anti Hemoroid Pada Pasien Di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung Tahun 2021

Penulis

  • Angga Restu Fauzi Program Studi Farmasi, Universitas Malahayati
  • Nopiyansyah Nopiyansyah Program Studi Farmasi, Universitas Malahayati
  • Martianus Perangin Angin Program Studi Farmasi, Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i3.2154

Kata Kunci:

Efektifitas, Terapi anti hemoroid

Abstrak

Penyakit hemoroid merupakan gangguan anorektal yang mempunyai gejala perdarahan dan penonjolan saat defekasi. Kejadian hemoroid  cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia  seseorang, dimana usia  puncaknya adalah umur 45-65 tahun. Penanganan  hemoroid meliputi perubahan gaya hidup, manajemen konservatif berupa medikamentosa, manajemen invasif minimal sampai terapi yang agresif meliputi pembedahan. Untuk mengetahui analisis  terapi anti hemoroid pada pasien di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan retrospektif. Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 56 orang. Menggunakan analisis univariat. Diketahui sebagian besar Sampel Pasien Hemoroid berjenis kelamin perempuan (64.3%), berusia 36-45 tahun (26.8%), mendapatkan terapi farmakologi (62.5%) dan  diresepkan golongan obat anti hemoroid (149 %). Dari hasil penelitian penyakit hemoroid banyak ditemukan pada pasien perempuan berusia diatas 36 tahun. Penanganan yang didapatkan berupa terapi farmakologi dan diberikan obat anti hemoroid

Referensi

Darmojo, RB., Martono, HH., 2006, Geriatri Ilmu Kesehatan UsiaLanjut, Edisi 3, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

De Schepper, H., Coremans, G., Denis, M. A., Dewint, P., Duinslaeger, M., Gijsen, I., Haers, P., Komen, N., Remue, C., Roelandt, P., Somers, M., Surmont, M., van de Putte, D., van den Broeck, S., van Kemseke, C., & de Looze, D. (2021). Belgian consensus guideline on the management of hemorrhoidal disease.

Dwi Utomo, F., Virgiandhy, I., & Rialita, A. (2016). Hubungan Usia dan Jenis Kelamin Terhadap Derajat Hemoroid Internal di RSUD Dokter Soedarso Pontianak Tahun 2009-2013. UNTAN, FK 2016, 2, 502–514.

Fatmah, 2010, Gizi Usia Lanjut, Erlangga, Jakarta.

Fitriyani, E., & Meidy, I. (2013). Pemanfaatan Ekstrak Albumin Ikan Gabus (Channa Striata) Sebagai Bahan Dasar Cream Penyembuh Luka: Vol. IX, 166-174.

Helen, K., Pradiantini, Y., Gede, I., & Dinata, S. (2021). Diagnosis dan Penatalaksanaan Hemoroid. In Ganesha Medicina Journal (Vol. 1).

Kembali, M., Yang, A. Ketahui, K., Wasir, T., Kedokteran, D., Utara, U. C., & Hill,C. (2020).

Kemenkes RI. (2009). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Kumala, I., Ramadhani, E., & Sumirat, E. F. (2016). Hubungan Lama Duduk dan Lama Bekerja dengan Kejadian Hemoroid Pada Supir Bus Akap di Terminal induk Rajabasa Bandar Lampung Tahun 2016.

Natasa, A. (2019). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tn.B dengan Hemoroid di Ruang Ambun Suri Lantai 1 RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukit Tinggi[Karya Tulis Ilmiah].

Nugroho S. Hubungan aktivitas fisik dan konstipasi dengan derajat hemoroid di URJ bedah RSUD dr. Soegiri Lamongan. Surya. 2014. 2(18):41-50.

Pratiwi, A. (2021). Ardium. Kegunaan, Cara Pakai, Dosis https://hellosehat.com/obat-suplemen/ardium/?amp=1

Rezkita, W. (2020). Karakteeristik Penderita Hemoroid Rawat Inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makasar Tahun Juli 2017- Juli 2019.[Skripsi]. FK UNHAS 06 Maret 2020.

Safyudin, & Lia, D. (2017). Gambaran Pasien Hemoroid di Instalasi Rawat Inap Departemen Bedah Rumah Sakit Umum Pusat dr. Mohammad Hoesin Palembang. UNSRI, FK 2017, 4, 15–21

Sekarlina, S., Nurhuda, & Sriwahyuni. (2020). Profil Penderita Hemoroid di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Sumatera Barat Tahun 2016-2017. UNBRAH, FK 2020, 2, 2.

Sjamshuhidajat & de jong. 2017. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC.

Sudarsono, D. F. (2015). Diagnosis dan Penanganan Hemoroid. UNILA Maret 2015, 4, 6.

Sunarto. (2016). Analisis Faktor Aktivitas Fisik Resiko Terjadi Hemoroid di Klinik Etika.

Suprijono, M. A. (2009). Hemorrhoid. Sultan Agung Vol XLIV No. 118 Juni 24 – Agustus 2009.

Sya’haya, S., & Nova Iyos, R. (2016). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Ungu (Graptophylum pictum Griff) terhadap Penyembuhan Hemoroid. Jurnal Majority Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 5, 155–160.

Ulima, B. (2012). Faktor Risiko Kejadian Hemoroid Pada Usia 21-30 Tahun Jurnal Media Medika Muda[Karya Tulis Ilmiah].

Van Tol, R. R., Kleijnen, J., Watson, A. J. M., Jongen, J., Altomare, D. F., Qvist, N., Higuero, T., Muris, J. W. M., & Breukink, S. O. (2020). European Society of ColoProctology: guideline for haemorrhoidal disease. Colorectal Disease, 22(6), 650–662. https://doi.org/10.1111/codi.14975

Yusril Maulana, R., & Samudro Wicaksono, D. (2020). Efek Antiinflamasi Ekstrak Tanaman Pagoda Terhadap Hemoroid. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP

Unduhan

Diterbitkan

14-11-2022

Cara Mengutip

Restu Fauzi, A., Nopiyansyah, N., & Perangin Angin, M. . (2022). Analisis Efektivitas Terapi Anti Hemoroid Pada Pasien Di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung Tahun 2021. Journals of Ners Community, 13(3). https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i3.2154