Distribusi Kasus Fissure Sealants Di Kabupaten Kupang

Authors

  • Merniwati Sherly Eluama Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kupang, Indonesia
  • Leny Marlina A.Pinat Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kupang, Indonesia
  • Christina Ngadilah Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kupang, Indonesia
  • Applonia Leu Obi Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kupang, Indonesia
  • Mery Novaria Pay Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i4.2025

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang terbanyak terdapat dimasyarakat (Riskesdas, 2018). Di Propinsi Nusa Tenggara Timur, pada anak dengan kelompok umur 12 tahun keadaan gigi rusak, berlubang ataupun sakit menunjukkan angka 43,32%. Terapis gigi dan mulut mempunyai peran yang penting dalam mendeteksi, mengidentifikasi dan manajemen dental karies (Yamamoto dan Fannon, 2015). Berdasarkan data hasil Riskesdas 2018, persentasi jumlah anak yang sudah pernah mendapatkan perawatan fissure sealant hanyalah kelompok anak usia 15 tahun dan cuma 0.1% dari total sampel. Hal ini menunjukkan masih rendahnya ketercapaian program pencegahan penyakit gigi dan mulut dimasyarakat, sedangkan angka karies gigi pada anak cukup tinggi (DMF-T anak usia 12 tahun adalah 1.9) dan semakin meningkat dengan bertambahnya usia anak (Riskesdas 2018). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi kasus fissure sealants di Kabupaten Kupang. Kasus gigi yang membutuhkan perawatan fissure sealant berdasarkan jenis kelamin, pada perempuan sebanyak 35.40%, laki-laki sebanyak 34.16%. Berdasarkan kelompok usia yang mempunyai indikasi perawatan fissure sealant maka anak pada usia 7 tahun yang mempunyai indikasi perawatan fissure sealant yang terbanyak yaitu 31.68%, diikuti oleh anak usia 8 tahun 24.22%, 6 tahun sebanyak 9.32% dan anak usia 9 tahun 4.35%. Dari keempat gigi molar pertama permanen yang dinilai, gigi molar pertama bawah kanan mempunyai jumlah indikasi kebutuhan perawatan fissure sealant yang lebih tinggi yaitu 92 (14.29%) gigi dan diikuti dengan gigi molar pertama kiri bawah dengan jumlah 89 (13.82%) gigi, gigi molar pertama kiri atas dengan jumlah 58 (9.01%) gigi dan gigi molar pertama kanan atas dengan jumlah 53 (8.23%) gigi yang terindikasi memerlukan perawatan fissure sealant

References

Laporan Nasional Riskesdas 2018, 2019 Oleh Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB), 2019

Laporan Provinsi Nusa Tenggara Timur Riskesdas 2018 Oleh Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB), 2019

Depkes RI, 1995, Tata Cara Kerja Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Puskesmas

Yamamoto Judy dan Maureen E. Fannon, 2015â€ÂPit and Fissure Sealant†dalam Dental Hygiene : Theory and practice, fourth Edition Elsevier Saunders.

National Center for Health Statistics, Centers for Disease Control and Prevention: National Health and Nutrition Examination Surveys, 1999-2004.

Featherstone JD, Domejean-Orliaguet S, Jenson L, et al: Caries risk assessment in practice for age 6 through adult, J Calif Dent Assoc 35:703, 2007.

Papageorgiou SN, Dimitraki D, Kotsanos N, Bekes K, van Waes H. Performance of pit and fissure sealants according to tooth characteristics: A systematic review and meta-analysis. J Dent. 2017 Nov;66:8-17. doi: 10.1016/j.jdent.2017.08.004. Epub 2017 Aug 8. PMID: 28797916.

Ahovuo-Saloranta A, Forss H, Walsh T, Nordblad A, Mäkelä M, Worthington HV. Pit and fissure sealants for preventing dental decay in permanent teeth. Cochrane Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan. Hanya pustaka yang disitasi pada usulan penelitian yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka. Database Syst Rev. 2017;7(7):CD001830. Published 2017 Jul 31. doi:10.1002/14651858.CD001830.pub5

Avinash, J & Marya, charu mohan & Dhingra, Sonal & Gupta, Puneet & Kataria, Sumegh & Bhatia, Hind. (2010). Pit and Fissure Sealants: An Unused Caries Prevention Tool. JOHCD. 4. 1-6. 10.5005/johcd-4-1-1.

Pratiwi T. Pencegahan karies pada pit dan fisura gigi molar pertama tetap dengan semen glass ionomer type III. Jurnal kedokterangigi Universitas Indonesia. Vol 3, No 3. 1996

Sánchez-Pérez, L., Irigoyen-Camacho, M., Molina-Frechero, N., & Zepeda-Zepeda, M. (2019). Fissure depth and caries incidence in first permanent molars: A five-year follow-up study in schoolchildren. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(19)doi:https://doi.org/10.3390/ijerph16193550

Sihombing J. Karakteristik penderita karies yang berobat di RSU Dr. Pirngadi Medan [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatra Utara, 2009.

Wala, H. C. (2014). Gambaran status karies gigi anak usia 11-12 tahun pada keluarga pemegang jamkesmas di Kelurahan Tumatangtang I Kecamatan Tomohon Selatan. e-GiGi, 2(1).

Silaban S, Gunawan PN, Wicaksono D. Prevalensi karies gigi graham pertama permanen pada anak umur 8-10 tahun di Sekolah Dasarkelurahan Kawangkoan Bawah.Jurnal e-GiGi2013; 1(2):2

Wijaya, G. V. G. (2022). Tingkat kebutuhan pit dan fissure sealant gigi molar pertama pada anak usia 6-7 tahun: kajian pada sekolah dasar St. Kristoforus Jelambar, Jakarta Barat. SKRIPSI-2018.

Wang JD, Chen X, Frencken J, Du MQ, Chen Z. Dental caries and first permanent molar pit and fissure morphology in 7- to 8-year-old children in Wuhan, China. International Journal of Oral Science. 2012 Sep;4(3):157-160. DOI: 10.1038/ijos.2012.34. PMID: 22699265; PMCID: PMC3464983.

Griffin S., Naavaal S., Scherrer C., Griffin P.M., Harris K., Chattopadhyay S. School-Based Dental Sealant Programs Prevent Cavities and Are Cost-Effective. Health Aff. 2016;35:2233–2240. doi: 10.1377/hlthaff.2016.0839. [PMC free article] [PubMed] [CrossRef] [Google Scholar]

Anwar, A. I. (2016). Tingkat kebutuhan fissure sealant gigi molar pertama permanen pada murid sekolah dasar usia 6-7 tahun Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Makassar Dental Journal, 5(2).

Liwe, M., Mintjelungan, C. N., & Gunawan, P. N. (2015). Prevalensi karies gigi molar satu permanen pada anak umur 6-9 tahun di Sekolah Dasar Kecamatan Tomohon Selatan. e-GiGi, 3(2).

Gooch B.F., Griffin S.O., Gray S.K., Kohn W.G., Rozier R.G., Siegal M., Fontana M., Brunson D., Carter N., Curtis D.K., et al. Preventing dental caries through school-based sealant programs: Updated recommendations and reviews of evidence. J. Am. Dent. Assoc. (1939) 2009;140:1356–1365. doi: 10.14219/jada.archive.2009.0070.

Published

2022-10-13

How to Cite

Sherly Eluama, M., A.Pinat, L. M. ., Ngadilah, C. ., Leu Obi, A. ., & Novaria Pay, M. . (2022). Distribusi Kasus Fissure Sealants Di Kabupaten Kupang. Journals of Ners Community, 13(4), 390–396. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i4.2025