PENGGUNAAN JAHE MERAH MENURUNKAN TINGKAT NYERI SENDI LUTUT PADA LANSIA

Penulis

  • Suci Murni Program Studi D-IV Keperawatan Kemahiran Gawat Darurat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Mataram

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v3i2.18

Abstrak

ABSTRAK

 

Nyeri sebagai pengalaman sensorik dan emosional subjektif yang berhubungan dengan kerusakan jaringan yang tidak menyenangkan yang aktual atau potensial atau dirasakan dalam peristiwa di mana ada kerusakan (Prasetyo, 2010). Terapi nyeri dapat ditangani dengan terapi non-farmakologis. Salah satu tanaman yang sering digunakan untuk terapi non-farmakologis atau pengobatan tradosional oleh masyarakat Indonesia adalah jahe merah untuk nyeri sendi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jahe merah dalam menurunkan tingkat nyeri sendi lutut pada orang tua di desa Baka Jaya Dompu Wilayah Kerja Puskesmas Barat.

Jenis penelitian ini adalah eksperimental satu kelompok desain post-test-pre-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah para lansia yang mengalami nyeri sendi lutut sebanyak 20 responden di Desa Baka Jaya. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Uji statistik menggunakan analisis statistik Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05.

Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test hasil yang diperoleh pada p = 0,000 dibandingkan dengan nilai α = 0,05 ketika p≤α berarti menunjukkan bahwa jahe merah efektif dalam menurunkan tingkat nyeri sendi lutut pada orang tua di Desa abadi Jaya Dompu Wilayah Kerja Puskesmas Barat.

Intensitas nyeri sendi lutut pada usia lanjut sebelum pemberian jahe merah dikategorikan pada nyeri sedang sebanyak enam puluh persen (60%). Tingkat nyeri sendi lutut pada usia lanjut sesudah pemberian jahe merah dikategorikan pada nyeri ringan sebanyak tujuh puluh lima persen (75%).

 

Kata kunci: Jahe Merah, Nyeri Sendi Lutut, Lansia

 

ABSTRACT

 

Pain as a subjective sensory and emotional experience associated with unpleasant tissue damage that are actual or potential or perceived in the events in which there is damage (International Association for the Study of Pain, 1979 in Prasetyo, 2010). Pain therapy can be handled by non-pharmacological therapy. One of the plants that are often used for non-pharmacological therapy or treatment tradosional by Indonesian society is entitled to the benefits of red ginger, one of which is dealing with joint pain. The purpose of this study was to determine the effect of red ginger to decrease the level of the knee joint pain in the elderly in the village of Baka Jaya Dompu Work Area Health Center West.

Type of this research is to design experiments one group pretest posttest design. Porpursive sampling technique using sampling, the sample in this study is the seniors who experience joint pain in the knee as much as the village of Baka Jaya 20 respondents. The data collected using the observation sheet. Statistical tests using statistical analysis Wilcoxon Signed Rank test Test with significance level computer programs in use α = 0.05.

Based on the statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test results obtained at p = 0.000 compared with the value of α = 0.05 when p≤α means showed that the red ginger is effective in lowering the level of the knee joint pain in the elderly in the village of immortal Jaya Dompu Work Area Health Center West.

The intensity of the knee joint pain in the elderly before giving red ginger are categorized in pain as much as sixty percent (60%). The level of the knee joint pain in the elderly after giving red ginger categorized in mild pain as much as seventy-five percent (75%).

 
Keywords: Red Ginger, Joint pain Knee Elderly

Biografi Penulis

Suci Murni, Program Studi D-IV Keperawatan Kemahiran Gawat Darurat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Mataram

Mahasiswa Jurusan Keperawatan

Referensi

Arikunto, S. (2001). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Aziz, A. (2007). Riset Keperawatan Dan Tehnik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.

Brunner dan Suddarth. (2001). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Volume 2. Jakarta : EGC.

Hidayat, A.A. (2005). Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : EGC.

Lukito. (2007). Jahe Dan Hasil Olahannya. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Maheshwari H. (2002). Pemanfaatan Obat Alami : Potensi Dan Prospek Pengembangan. http://www.rudct.tripod.com./sem2_012/hera_maheshwari.htm. Akses tanggal 15 Mei 2011.

Mubarak, W.I, dkk. (2006). Ilmu Keperawatan Komunitas. Jakarta : EGC.

Mansjoer, A, dkk. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3 Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius.

Muttaqin, A. (2008). Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Musculoskeletal. Jakarta : EGC.

Nabet, F.B. (1996). Zat Gizi Antioksidan Penangkal Senyawa Radikal Pangan Dalam Sistem Biologis. Jakarta : Pusat Studi Pangan dan Gizi IPB.

Nugroho, W. (2000). Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC.

Nugroho, W. (2008). Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Edisi 3. Jakarta : EGC.

Nursalam. (2002). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrument Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Paimin, F.B. (1991). Budidaya Pengelohan Perdagangan Jahe. Jakarta : Penebar Swadaya.

Paimin F.B. dan Murhananto, (2000). Budidaya Pengolahan Perdagangan Jahe. Jakarta : Penebar Swadaya.

Potter, Patricia A ; Anne Griffin Perry. (1997). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, Dan Praktik. Edisi 4 Volume 2. Jakarta : EGC.

Potter & Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep Proses Dan Praktik. Edisi 4 Volume 2. Jakarta : EGC.

Prasetyo, Y.T. (2003). Khasiat Dan Manfaat Jahe Merah Si Rimpang Ajaib. Jakarta : EGC.

Prasetyo, S. (2010). Konsep Dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Price, S & Wilson, L. (2005). Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. Jakarta : EGC.

Riwidikdo H. (2009). Statistika Kesehatan, Belajar Mudah Teknis Analisis Data Dalam Penelitian Kesehatan (plus aplikasi software SPPS). Yogyakarta : Mitra Cendika.

Sandra M, Nettina. (2001). Konsep Praktek Keperawatan. Jakarta : EGC.

Simon LS, Strand V. (1997). Clinical Response To Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs. Philadelpia : Arthritis Rheum.

Smeltzer, S dan Bare, B. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart. Jakarta : EGC.

Sukandar E Y. (2010). Tren Dan Paradigma Dunia Farmasi, Industri-Klinik-Teknologi Kesehatan. http://www.itb.ac.id/focus/focus_file/orasi-ilmiah-dies45. Pdf. Akses tanggal 18 Maret 2011 Jam 19.00 WIB.

Sustrani, dkk. (2005). Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien Geriatri Untuk Dokter Dan Perawat. Jakarta : Pusat Informasi Dan Penerbit Bagian Ilmu Penyakit dalam FK – UI.

Sutrisno, K. (1998). Jahe, Rimpang Dengan Sejuta Khasiat. http://www.E-book pangan.com. Akses tanggal 17 April 2011 Jam 08.30 WIB.

Sugiono. (2006). Statistik Untuk penelitian. Bandung : Alfabeta.

Taslim, H. (2009). Gangguan Muskuloskeletal Pada Usia Lanjut. http://www.binhasyim. wordpress.com. Akses tanggal 15 Mei 2011 Jam 08.15 WIB.

Yus. (1990). Tanaman Berkhasiat Obat Indonesia. Jakarta : Pustaka Kartini.

Unduhan

Diterbitkan

12-11-2012

Cara Mengutip

Murni, S. (2012). PENGGUNAAN JAHE MERAH MENURUNKAN TINGKAT NYERI SENDI LUTUT PADA LANSIA. Journals of Ners Community, 3(2), 198–203. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v3i2.18

Terbitan

Bagian

Artikel