MOBILISASI DAN IMOBILISASI PELAKSANAAN TERAPI SINAR MENURUNKAN BILIRUBIN PADA NEONATUS ATERM
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v3i2.16Abstract
ABSTRAK
ÂÂÂÂ
Ikterus Neonatorum terjadi jika tingkat neonatus aterm bilirubin dalam darah ≥ 12mg/ dl, dan harus dilakukan pemberian cahaya biru. Tindakan Mobilisasi dalam terapi cahaya dengan bayi terlentang, pronasi, sisi kanan dan posisi kiri. Adapun mobilisasi dengan cara posisi bayi terlentang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mobilisasi aksi efektivitas dan imobilisasi dalam perawatan menggunakan cahaya biru untuk mengurangi tingkat bilirubin.
Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperimental dengan teknik purposive sampling. Responden terdiri dari 36 sampel, 18 dilakukan mobilisasi, 18 dilakukan imobilisasi. Pengumpulan data menggunakan observasi, dan kemudian data dianalisis dengan uji Mann Whitney U, dengan nilai signifikansi P ≤ 0,05.
Hasil kadar bilirubin pada mobilisasi aksi menurun 55.56% dan imobilisasi 5,56%, dan hasil analisis data yang diperoleh Mann Whitney U nilai uji signifikan p= 0,003 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga ada perbedaan efektifitas antara mobilisasi aksi dan imobilisasi dalam perawatan dengan cahaya biru.
Hasil penelitian menunjukkan ada efek mobilisasi aksi dalam perawatan dengan cahaya biru untuk mengurangi tingkat bilirubin.
ÂÂÂÂ
Kata kunci: Mobilisasi, Imobilisasi, Perawatan Cahaya Biru, Level Bilirubin, Neonatus aterm.
ÂÂÂÂ
ABSTRACT
ÂÂÂÂ
Icterus Neonatorum happened if aterm neonates bilirubin level in the blood ≥ 12 mg/dl, and must be done blue light. Mobilization actions in light therapy give the baby supine, pronation, right side and left side position. As for the mobilization give the baby supine position. This study wanted to know the effectiveness action mobilization and immobilization in blue light treatment to decrease bilirubin level.
This research use Quasy Experimental Design with purposive sampling technique. With 36 samples, 18 carried the mobilization, immobilization of 18 performed. Data collection using observation, and then data analysis with Mann Whitney U test, with significance value of P≤0.05.
The result of bilirubin level decreased by an action mobilization of 55.56% and immobilization of 5.56%, and data analysis result obtained Mann Whitney U test significant value = 0.003 which is smaller than 0.05, so that there are differences in effectiveness between action mobilization and immobilization in blue light treatment.
From the result of the research suggest remain to action mobilization in blue light treatment to decrease bilirubin level, because of equal amount of light.
ÂÂÂÂ
Keywords: Mobilization, Immobilization, Blue Light Treatment, Bilirubin Level, Aterm Neonates.
References
Arikunto, Suharsini. Prof. Dr. (2000). Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta.
Cristine. Dkk. (2005). Buku Ajar Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC.
Davis, K. S. (2001). Prediction Of Hiperbilirubinemia In Near Term And Term Infants. Jakarta : Amerca.
Depkes RI. (2006). Pelatihan Pelayaan Obstetri Neonatal Emergency Dasar. Jakarta.
Firmansyah, T. R. (2003). Hiperbilirubin. Jakarta : FKUI.
Gamella, T.L. (1999). Neonatology. Management, Pocedure, On – Call Problem Disease, Drugs, a Lange Clinical Manual. Philadelpia : WB. Saunders Company.
Hanifah, W. (2005). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Halliday, H.L. (1998). Hand Book Of Neonatal Intensif Care. London : WB Saunders.
Indarso, Fatimah, dkk. (2004). Hiperbilirubin Pada Neonatus. Surabaya : Makalah Pada Continung Education Ilmu Kesehatan Anak.
Juffrie, M. Darmawan, Iyan D. (2003). Panduan Praktik Pediatrik. Yogyakarta : Gajahmada University Press.
Kenner C. L. (1998). Penatalaksanaan Neonatal Nursing. USA : WB Saunders Company.
Klaus dan Panarof. (1998). Penatalaksanaan Neonatal Resiko Tinggi. Jakarta: EGC.
Markum. (1999). Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : FKUI.
Marilyn, D.E. (2001). Rencana Perawatan Maternal / Bayi. Jakarta : EGC.
Monintja, H.E. (1998). Beberapa Masalah Intensif Neonatus. Jakarta : FKUI.
Ngastiyah. (1998). Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC.
Nelson. (1999). Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : EGC.
Nursalam, Rekawati S. dkk. (2005). Asuhan Keperawatan Bayi Dan Anak. Jakarta : Salemba Medika.
Nursalam. (2005). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
PSIK FK UNGRES. (2007). Buku Pedoman Penyusunan Prosposal Dan Skripsi. Gresik.
Sugiono, Prof. Dr. Apri Nuryanto, Spd. (2006). Statistik Untuk Penelitian, Bandung : CV. Alfabet.
Surasmi, Arining H, dkk. (2003). Perawatan Bayi Resiko Tinggi. Jakarta : EGC.
Staf Pengajar. (2001). Catatan Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Surabaya : FKUI.
Wong, Donna L. (2003). Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC.