BURNOUT BERBASIS BEBAN KERJA YANG DIMODERASI VARIABEL EMPHATICAL LEADERSHIP DAN RELIGIOUS COPING DI MASA PANDEMI COVID-19

Penulis

  • Debby Nirma Sari Sejahtera Fakultas Ekonomi Magister Manajemen, Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Nurhidayati Fakultas Ekonomi Magister Manajemen, Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Abstrak

Rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat akan kesehatan menghadapi sebuah tantangan yang sangat hebat, Rumah Sakit dituntut mampu menerima kedatangan pasien yang membludak, namun disisi lain juga terancam akan bahaya paparan virus Covid 19. Rumah sakit harus memperhatikan pengelolaan sumber daya  manusianya demi pelayanan jasa yang maksimal. SDM tidak dapat dipisahkan dengan suatu penyedia layanan jasa. SDM yang ada pada penyedia layanan jasa menjadi berkaitang dengan tiap aspek serta berperan penting dalam keberlangsungan eksistensi serta keberhasilan atas program kerja yang dibebankan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian eksplanatori asosiatif, dengan tujuan guna melihat hubungan diantara dua variabel atau lebih. Penelitian bertujuan guna memaparkan pengujian hipotesis guna mendukung hipotesis yang mendukung teori landasan. Dalam hal ini adalah menguji pengaruh empathetic leadership, religious coping, beban kerja  dan  burnout. Populasi penelitian yaitu seluruh sumberdaya manusia di Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang tahun 2021 sejumlah 102 orang yang terdiri dari tenaga Kesehatan (dokter, bidan, tenaga laboratorium, farmasi, dan administrasi). Hasil penelitian ini yaitu Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap burnout. Tidak terjadi peran moderasi Emphatical Leadership terhadap Hubungan Beban kerja  dan  Burnout Tenaga Kesehatan di Puskesmas Bawang Kabupaten Batang. Dan Religious Coping berperan sebagai variabel moderasi terhadap Hubungan Beban kerja  dan  Burnout Tenaga Kesehatan di Puskesmas Bawang Kabupaten Batang.

Unduhan

Diterbitkan

2022-09-12

Terbitan

Bagian

Artikel